HIZBUT TAHRIR: Khilafah vs Wilayatul Faqih
Diduga Hizbut Tahrir akan membentuk partai utk diikutkan dalam pemilu di Indonesia (12 agustus 2007).
Bagaimana mungkin? bukankah Hizbut Tahrir tdk mengakui nasionalisme dan batas2 negara.(Kecuali ada konsep baru penulis tidak tahu)
Bagi Hizbut Tahrir, paling krusial adalah bagaimana menyatukan muslim seluruh dunia dalam satu kesatuan, yaitu cita-cita Khilafah.
Penulis sependapat dengan Prof Azyumardi Azra bhw sebaiknya Hizbut Tahrir
yang realistis saja.
Sejauh yg diamati penulis, selama ini hanya sekedar wacana blm sampai tataran teknis dan realita.
Kapan tataran teknisnya?
Padahal sekarang sudah melampaui batas waktu yang ditargetkan oleh pendirinya (An Nabhani)
Bagi muslim sunni- tak hanya Hizbut Tahrir-, cita-cita Khilafah sepertinya cetusan ekstatik dari memori kejayaan masa lalu.
Dalam konteks ini, pihak sunni pantaslah untuk iri dengan Wilayatul Faqih-nya muslim syi’i.
Mengapa yg lebih realistis ini tidak diadopsi?
Genghis Khun
Pengamat Politik dan Hiburan
More opinion:
http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/opinion/index.html


