Masa kritis penentuan awal bulan (Syawal) dalam kalender Hijriyah
Tulisan sebelumnya tentang ru’yat virtual Syawal 1428H:
(http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/2007/08/ruyat_virtual_r.html)
====================================================
SYAWAL?
1. Moon “di balap” Sun Kamis, 11 Oktober (dibalap lagi? lombok bawang cabe deh..)
Tegak lurus dg koordinat bumi 55ºBT (selatan Yaman). (jam 15:12 WIB) Artinya:
- Saat itu SEDANG SUNSET di Papua New Guinea.
- Papua New Guinea dan sebelah timurnya tidak mungkin TELAH melihat Crescent saat sunsetnya.
2. Indonesia, Sunsetnya beberapa jam lagi dari Papua, jadi masih 11 Okt: Moon telah tertinggal oleh sun sejauh 1º,
3. Mencapai selisih > 6º Sun tegak lurus dikoord bumi 170º BT (=selandia baru), artinya waktu sunset di Mexico sudah mulai melihat Crescent.
4. Sunset Indonesia 12 Okt 07, selisihnya sudah 11º.
====================================================
“Dibalap” istilah astronominya konjungsi, atau Ijtimak. Perhatikan no 2; berdasarkan perhitungan astronomi di Indonesia sudah memasuki bulan baru tetapi berdasarkan aturan ru’yat crescent belum bisa terlihat oleh mata biasa, karena belum memenuhi kriteria DANJON (crescent terlihat bila selisih dengan Sun > 7º). Selang waktu antara ijtimak dan mencapai selisih > 7º terpaut hampir 16 jam.
Ada tanda-tanda Muhammadiyah menentukan syawal tgl 12 Okt 07, bisa dimaklumi karena mereka berdasarkan pada kriteria WUJUDUL HILAL:
(http://mmc-jogja.20m.com/rukyatulhilal/artikel.html)
“Jika setelah ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam.”
Padahal peta visibilitas Crescent menurut program Accurate Times menyatakan hari itu impossible hingga not visible! Lalu kita ikut yang mana?
=======================================
Nabi wafat pada 12 Rabiulawwal 11 H, puasa sebelumnya, yaitu:
Ramadhan 10H = 29 hari
Ramadhan 9H =30 hari
Ramadhan 8H =30 hari
Ramadhan 7H =30 hari
Ramadhan 6H =30 hari
Ramadhan 5H =29 hari
Ramadhan 4H =30 hari
Ramadhan 3H =30 hari
Ramadhan 2H =29 hari
Ramadhan 1H =29 hari
(Sumber dari Visibilitas Crescent program Accurate Times, BUKAN data konversi kalender.)
Visibilitas ini dilihat dari Madinah, karena saat itu nabi bermukim di Madinah.
Data yang Ramadhan 30 hari, berarti hari ke-29 memang TIDAK MUNGKIN terlihat Crescent (pake alat optic canggih pun imposible).
Tetapi riwayat menyebutkan dari 9 kali Ramadhan Nabi SAW puasa 29 hari, hanya sekali yang 30 hari karena tidak dapat melihat bulan. (maaf sumber riwayat tidak diperoleh..)
Ini Aneh… artinya 1 Ramadhan beliau sering MUNDUR 1 hari dari ijtimak!?
Keanehan yg kedua; bila 1 ramadhan sudah jelas mundur dari seharusnya, maka sudah pasti perhitungannya SELALU 29 hari.
Tetapi gara2 tertutup mendung, beliau malah memilih memundurkan hari lagi!
Mudahnya sbb:
1 syawal 1428H dg perhitungan= 12 Okt, padahal bila crescent 12 Okt tertutup mendung maka nabi lebih memilih 1 Syawalnya= 14 Okt!
Data ini seharusnya sudah cukup untuk melemahkan kriteria Wujudul Hilal, Wallahu a’lam.
Mohon koreksi bila salah..
Genghis Khun
Pengamat Politik dan Hiburan
Sumber:
1. KStar Desktop Planetarium (Linux Knoppix)
2. Accurate Time (Windows)
3. Navigator Light (windows)
4. http://mmc-jogja.20m.com/
More science:
http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/science/index.html


