Menunggu Kehancuran Industri Musik

November 2, 2007

Di awali oleh The Beatles, perkembangan industri musik makin bergairah karena telah terjadi perombakan besar-besaran dalam sistemnya. Era sebelumnya, untuk membuat sebuah lagu saja diperlukan pencipta, penyanyi, komposer, pengiring musik dan tetek bengek lainnya, sehingga hasil penjualannya harus dibagi-bagi –hampir katakan– 100 orang. Sedangkan keberhasilan penjualan lagu The beatles hanya di bagi ke anggota The Beatles (4 orang) dan produser! Keuntungan besar di perolah dalam waktu singkat.

Oleh sebab itu produser mulai melirik band band yang aktif mencipta lagu sendiri. Hingga sekarang tak terbilang banyaknya anak-anak muda berusaha membuat band dan mencipta lagu sendiri dengan harapan kaya mendadak. Mereka masih bermimpi industri musik sebagai lahan pekerjaan yang menjanjikan.

Mereka lupa bahwa era teknologi informasi demikian pesat telah merubah wahana kaset menjadi segenggam MP3. Padahal penyedia lagu berformat .mp3 (sejauh pengamatan penulis) hanya yang diemperan jalan alias bajakan. Dulu untuk mendengarkan lagu Restu Bumi-Dewa harus susah payah meminjam kaset, atau membeli sendiri, maka sekarang cukup meng-copy paste file .mp3. Mau minjem Audio CD? diripping dulu trus di copy juga, jadi tidak perlu minjam.

Bila 10 tahun yang lalu hasil penjualan kaset sebuah band mencapai 1 juta keping, apakah masih mengharapkan jumlah yang sama/ lebih tahun ini dan berikutnya? malah bisa jadi karyanya terkenal luar biasa; karena versi mp3 laris manis, tetapi penjualan resmi 0%

Konon gara-gara masalah bajakan yang sukar diberantas, akhirnya tarif konserlah yang harus dinaikkan untuk mendongkrak penghasilan. Jadi jangan kaget bila anda/ institusi berniat mendatangkan band terkenal, mereka mematok tarif selangit! Ga bisa di turunkan?
“Discount boleh tapi lipsync ya? (hanya gerak mimik)” begitulah kira-kira jawaban mereka…

KANGEN band, band baru yang menyedihkan karena album perdananya menuai kritikan: musik cengenglah, musik pasaranlah, bahkan Dhani manaf menyebutnya lebih murah dari Ligna (Ligna biasa digunakan Dhani untuk menyebut musik2 pasaran)
Para pengkritik boleh saja mengkritik, tapi bagaimanapun produser berpikiran bisnis, apa yang bisa dijual selain dari lagu-lagu pasaran? lagu pasaran terjual saja masih syukur!
Padahal bila pengkritik disuruh mendeskripsikan musik berkualitas yang seperti apa mungkin tidak tahu (?) Bagi penulis, tolok ukur band/ penyanyi berkualitas & berharga diri mudah saja; MENOLAK TAMPIL lipsync .

Bila beberapa tahun yang lalu (sampai sekarang) terjadi perang antara pembajak ilegal dengan produsen legal. Maka sekarang pertarungan meluas ke antara sesama legal dengan legal (kasus Youtube, tuduhan pelanggaran hak cipta—masih kontroversi–. Sebagai jalan tengah konon video2 Youtube diproteksi agar tidak bisa didownload (demi hak cipta). Aman sampai kapan?)
Penulis bertanya, apakah perlu kita menghormati kekayaan intelektual selama masih ada pembantaian organ intelektual? (palestina)

Paradigma Baru; Music Opensource (Freemusic)
Mirip dengan perangkat lunak opensource yang dilempar ke pasaran dengan harapan untuk diperbaiki dan disempurnakan. Demikian pula dengan musik, diluncurkan dangan disertai bagian terpisah lagu plus partitur. Distribusi legal atau ilegal tidak jadi masalah.
Keuntungan apa yang diperoleh dari sistem seperti ini? tidak ada, karena hanya kepuasan rohani.
================
(Penulis teringat waktu stress pergi ke kost-an Deden di Bergota lalu genjrang genjreng gitar, setelah terpuaskan pulang lagi ke Kintelan:P
Deden waktu itu milih ngabur karena masih males denger lagu2nya Led Zeppelin…hehe)
================
Beberapa tahun yang lalu perangkat lunak opensource jarang dilirik, tetapi kini mulai digandrungi. Penulis menduga kondisi akan sama bila Music Opensource mulai merajalela, akibatnya industri musik tinggal menunggu kehancuran. Hal yang sama juga berlaku untuk industri film.

Bayangkan bila 4 bait lagu karangan anda yang dilempar ke pasaran 1 bulan kemudian lebih kaya harmoni oleh komposer2 lain. Lalu antar komposer sepakat bertemu untuk suatu konser amal menyanyikan lagu tersebut. Masyarakat sudah kenal lagu ini karena mereka pernah ikut menyumbangkan aransemen, walaupun aransemen mereka akhirnya tersisihkan oleh penilaian masyarakat yang lain.

(Setau penulis metode Queen dalam menyusun lagu seperti ini, namun akses terbatas hanya 4 orang. Kadang Brian May datang lalu membubuhkan sedikit aransemen di atas partitur yang telah dibuat Freddy Mercuri sebelumnya, lalu pergi, yang lain datang dst.
Setelah dinyatakan final lalu dimainkan sama-sama)
Music Opensource, berani?

(Ide tulisan dari majalah Rollingstone & berbagai sumber)

Genghis Khun %

More :
Opinion, Religion, Music, WebTech, Science, Books, Travel


SINGING PIXIE-Sherina: Review, Akord & Tablature

September 3, 2007

Pertama dengar lagu ini (3 sept 07), tampak jelas 4/4. Tetapi ternyata drumnya 3/4-3/4-2/4.
Rencananya; di program Guitar Pro hendak dibuat 8/4 agar memudahkan penulis,
eh ternyata dengan 4/4 tetap bisa, sebagai berikut:


Do: D#

I. CMaj7--A#Maj7--CMaj7--A#Maj7
G#Maj7--F#Maj7--G#Maj7--F#Maj7
CMaj7--A#Maj7--CMaj7--A#Maj7
G#Maj7--F#Maj7--G#Maj7--F#Maj7

II. A#--Fm--G#--Cm
A#--Fm--G#--D#
A#--Fm--G#--Cm
A#--Fm--G#--D#

I.
II.

III. G#--Gm--G#--Cm--A#--G#--Gm--G#--G#  (2x)

II.
I.

Guitar Tablature utk bagian I. CMaj7

E|-7*—–7——7-7–
B|–8—-8-8—-8-8-8-
G|—9–9—9–9——
D|—-10—–10——-
A|——————–
E|——————–

(*Artinya: petik pada senar terbawah fret ke-7)

A#Maj7= masing-masing nilai diatas dikurangi 2
G#Maj7= dikurangi 2 lagi
F#Maj7= dikurangi 2 lagi

=====================================

Bila anda punya program Guitar Pro dikomputer,
penulis telah membuat file .GP4 utk lagu ini (ukuran 25Kb).

Program Guitar Pro direkomendasikan penulis bagi anda yg berminat belajar musik mulai dari belum bisa.
Btw, mungkin ada pendapat lain?

Genghis Khun
nafanakhun@gmail.com

more about music:
http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/music/index.html


Cinta tolonglah..

August 1, 2007

Cinta tolonglah..
hatiku ini
yang telah jatuh hati saat pertama
bertemu dengannya dan langsung berkata
bahwa dia milikku

Cinta tolonglah..
hidupku ini
yang tak mungkin hidup bila dia pergi
sebelum terjadi sampaikan padanya
bahwa dia milikku

Cinta tolonglah..
aku tak mau sampai kehilangan dia
untuk selama-lamanya
dari hidupku

=====================================================
Do = G
Intro:G D# 4X

G
Cinta tolonglah..
Gmaj7 Bm
hatiku ini
G C Bm
yang telah jatuh hati saat pertama
Am Am6
bertemu dengannya dan lngsung berkata
G Em C D
bahwa dia milikku

G
Cinta tolonglah..
Gmaj7 Bm
hidupku ini
G C Bm
yang tak mungkin hidup bila dia pergi
Am Am6
sebelum terjadi sampaikan padanya
G Em C D
bahwa dia milikku

Reff:
G
Cinta tolonglah..
Dm G C Bm
aku tak mau sampai kehilangan dia
Em D Dmaj7 Am
untuk selama-lamanya
D G
dari hidupku

=====================================================
Lagu ROMEO entah judulnya
akord oleh Genghis Khun
dg software Guitar Pro 5

ps
TS se-molimo, Laporan bulanan oii!


Lagunya Juliette

February 3, 2007

ada yg nyadar ga kalo lagunya Juliette
yang berjudul ‘masih seperti dulu’
musiknya 3/4, 3/4, 2/4
tetapi drumnya 4/2


Musik akrobat dan Musik modern

December 2, 2006

Musik akrobat adalah istilah yang dikemukakan Jimmy
Page, gitaris Led Zeppelin, utk musik yg diusungnya.
Kalo kita mendengarkan musik2 seperti ini mungkin
definisi musik dan lagu harus diubah. Keteraturan irama bagi telinga awam sudah
tidak ada lagi..

Tidak bakalan kepala kita
mengangguk2 dan bergoyang mengikuti irama yg membuat terlena, hal yg dikhawatirkan
oleh bbrp ulama sehingga mengharamkannya. Yang ada hanya melongo, mengernyitkan
dahi,dan keheranan layaknya melihat pertunjukan akrobat atau sirkus. Bagaimana
bisa bergoyang/ mengangguk2 mengikuti irama untuk sebuah lagu seperti Back
Dognya Led Zeppelin.

Jimmy page dg gitar distorsi
penuh dipadu dg vokal Robert Plant yang spt seng dipukuli (vokalis yang
bersejarah karena pernah dalam suatu konser menjebolkan sound system!). Belum
lagi drumnya John Bonham yang seharusnya mjd kemudi ketukan menjadi seenak
perut. Yang membuat tercengang, angka penjualan musik2 mereka di Amerika sdh
melampaui the Beatles.

Sekarang, Dream Theater mungkin
tepat juga bila dikatakan mengusung musik akrobat. satu lagu terdiri dari
beberapa bagian dan birama berbeda. melongo.. entah kecerdasan otak mereka
seperti apa..

‘Dosis’lumrah sebuah lagu
umumnya terdiri dari dua/ 3 bagian dengan ketukan 3/4 atau 4/4. Suatu ketika
pernah kulihat partitur salah satu mereka; 5/4 1 alinea berikutnya 7/12 lalu
…bla bla pffffff…..partitur yang sangat menantang bagi siswa sekolah2
musik…(cat. penulis gak bisa baca partitur krn tdk prnah sekolah musik.)

Dalam konser, hanya keyboardist
yg dihadapannya terdapat TV kecil berisi partitur. yang lain gak ada. benar2
gila…. kec. penulis yang tidak tahu. Sbg perbandingan, konser G N R hanya Axl
yang melihat teks lagu di TV depan panggung, lainnya tidak perlu karena musik
mereka alurnya memang sederhana tetapi teksnya puanjang.

-

Musik akrobat BELUM TENTU musik
hingar bingar yang hanya memekakkan telinga. Musik akrobat bisa ’sendu’ seperti
Dissappear-nya Dream Theater. Lagu ini, intro untuk baris PERTAMA saja=
5/4-5/4-6/4-5/4.

Telinga awam bisa suka dengan
lagu ini walaupun mengernyitkan dahi lebih dulu. Musik akrobat menurut penulis
adalah lagu dan tempo asli yang ‘disembunyikan’ masing-masing personel sdh
memahami lagu dan tempo aslinya, namun mereka hanya membayangkannya. sedangkan
yg keluar dari bibir atau instrumen sudah lain! Lain nada bahkan birama, bisa
dikatakan berantakan tapi pas dan tidak FALS. SepertI bermain akrobat. Mungkin
inilah cikal bakal musik modern. Orang tidak lagi sekedar membeli dan
mendengarkan lagunya yang enak, tetapi lebih didorong oleh rasa penasaran utk
mencari tahu alur ‘tersembunyi’ musiknya. bagi pemain band pemula mungkin tjd
diskusi panjang dahulu sblm menyentuh alat musik masing2..

Yang jadi pertanyaan penulis
sekarang, mekanisme APA yang membuat telinga seseorang-pemusik/ bukan, bisa
mengatakan musik ini enak didengar, musik itu tidak. INI FALS, ITU TIDAK. Jadi
teringat ucapan <a href="
http://www.friendster.com/bayukaze">Derajat
Bayu</a>, Akhun kl dengar nada fals mukanya cemberut, menggeleng dan
berkecap.

Pemusik ‘Kaku dan Kodian’
seperti <a href="http://www.friendster.com/8398505">Deden</a>-
he he sori den,akan mencak2 bila dlm band aku pengen memegang drum. Lagu dg
Akord C tersisipi nada c kres pasti ditertawakan banyak orang. kenapa.. ada yg
salah dg bunyi?

Yang pasti mendiskusikan musik
adalah sesuatu yg tak terbatas, seperti halnya bunyi itu sendiri.

rentangan senar gitar 1 oktaf
lebih tinggi Jaraknya adalah separonya, 1 oktaf lagi separonya lagi demikian
seterusnya tak terbatas. Satu-satunya ‘alat musik’ yang ‘cukup’lengkap dan
akurat adalah telinga, walaupun hanya 20-20rb Hz. Satu-satunya yg bisa
dilakukan hanyalah.. bersyukur pada Sang Pencipta & mengagumi
kebesaran-Nya.

Cat.

Led Zeppelin skrng sdh bubar
hanya gara-gara satu personelnya meninggal. Sebuah pilihan bodoh utk ukuran
pebisnis. Beda dengan band2 lain yg tetap berusaha eksis; Rolling Stones, satu
personelnya mengundurkan diri diganti seekor anjing…. atau tak jauh2, Dewa
19. Mungkin karena Led Zeppelin punya konsep musik, anggota inti dan logo
masing2 personel?

Setelah bubar pun, dlm solo
karirnya Jimmy page/ Robert Plant tidak ada bau Led Zeppelin sama sekali.
Ketika diundang utk nostalgia lagu2 Led Zeppelin, petikan gitar dan warna musik
yg dimainkan Page, atau vokal Plant sdh lain. Mungkin mereka konsisten dengan
musik yg benar2 Led Zeppelin harus 4 orang. kurang dari itu tidak ada lagi…
Penikmat musiknya mau tak mau harus kecewa….

more <a
href="http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/music/index.html">music</a>


RAZOR’S EDGE

April 20, 2006

"We move in circles, balanced all the while on
a gleaming razor’s edge. A perfect sphere colliding with our fate, this story
ends where it began"

 RAZOR’S EDGE, bagian ke 5 dari 5 Bagian lagu
OCTAVARIUM-Dream Theater yg panjang seluruh lagunya 25 menit

 more <a
href="http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/music/index.html">music</a>


Flanella

January 19, 2006

FLANELLA, band baru dari malang dg vokalis bernama
kidnep ini semakin berkibar di tanah air, mau tak mau menggugah kenangan masa
lalu, masa SMA 10 tahun yg lalu…
Di SMA band dan musik menjadi pergaulan
sehari2, ada 2 band di sekolah yg tergolong di"segani", yaitu EASY
dan EXOTIS. Easy yg digawangi Slamet "Slave" (Gitar) dan Sajid
(vokal). Exotis digawangi Dody (Gitar) dan Pendik (Vokal). Jawara gitarnya ada
tiga orang, dua yg diband2 atas dan satu lagi bernama Ricky (ga buat kelompok
band).
Saat itu, dalam suatu ajang festival intern sekolah yg memperebutkan hadiah
bergengsi, juara 5 besar akan manggung di Hotel Kartika Candra (depan RS
Syaiful Anwar-Malang)

Seperti biasa EASY dan EXOTIS
menggeber lagu2 yg tergolong "rumit", EASY dengan Estranged-nya Guns
‘n Roses, sedangkan EXOTIS dengan Funeral for a friend love lies bleeding-nya
Dream Theater. Di luar dugaan, bandku (STAR FISH) yg membawakan Crazy-nya
Aerosmith masuk 5 besar! kok bisa?? pasti ada yg salah? Aku mikir…dugaanku,
pasti lebih karena waktu aku maen gitar, tali gitarnya putus, gitarnya jatuh

tapi aku & band terus asik bermain…(juri tahu kl saat itu musiknya
menginjak konsentrasi bagian gitar).. sampe talinya di benerin lagi sama penata
Sound System! dan band terus bermain… 

Tapi personil bandku yg
lain?Ini membuat drummer ku yg sebenarnya cm cabutan menjadi besar kepala &
sesumbar sana sini. Rata2 bandku memang masih baru belajar alat musik
masing-masing, jd tidak heran kl tiba-tiba Euforia..karena apa? karena band2
laen tahu kl kita masih tahap belajar sehingga mudah dan sering diremehkan. Lho
Kemana Drummer yg asli? Drummer yg asli (Ratmaka) yg juga vokalis lebih suka
nenteng gitar sambil nyanyi.

Kondisi ini jelas tidak
mengenakkan, maka aku rajin2 "sowan" ke "Maestro2" EASY dan
EXOTIS, biar dapat petunjuk gitu loh….hehe. Silaturahmi sambil mencuri. Lho??
nyuri teknik maen gitarnya kl kebetulan ketemu dia saat asyik maen gitar! Dasar
!

Saat hari H (manggung di Hotel
Kartika), Bandku ngajak Ricky yg jg salah satu jawara gitar (aku akrab dengan
semua Jawara2 gitar-terlebih Ricky). dia maen di Keyboard, sebab bandku ga ada
keyboard.

Di kemudian hari aku sadar,
langkah ini secara politik menguntungkan aku & bandku;
Ricky yg jawara gitar mau maen keyboard di bandku, berarti gitaris di bandku (aku
sendiri) Jawara juga donk?? ha ha ha…….gitar aja aku gak punya…tapi amin
deh.
Sejak itu bandku disejajarkan "papan atas"

Vokalis EXOTIS bernama
Kisnandar Effendi, biasa di panggil PENDIK, kalo di balik menjadi KIDNEP.

PENDIK=KIDNEP, vokalisnya
FLANELLA sekarang. Membolak balik kata emang "tradisi" khas Malang.
—-

 

Genghis Khun
Pengamat Politik & Hiburan

more <a
href="http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/music/index.html">music</a>